Tekstur Cetakan (Pengukiran): Keindahan Tanpa Batas!
Ituproses teksturisasiTeknik ini disebut "sun texturing" di Hong Kong, "bite texturing" di Taiwan, dan "etching" dalam terminologi formal. Nama Inggrisnya adalah "texture" atau "texturing". Seiring semakin banyaknya produk plastik yang memenuhi kehidupan kita, orang semakin enggan melihatnya terlihat seperti produk "plastik". Oleh karena itu, dekorasi cetakan menggunakan proses etsa lebih sesuai dengan preferensi masyarakat.
【Tujuan Pemberian Tekstur】
Meningkatkan tampilan produk. Melalui pemberian tekstur, dapat menutupi cacat seperti bekas penyusutan, garis las, serta bekas langkah pada permukaan pemisah dan struktur geser.
Meningkatkan kekuatan permukaan bagian setelah prosedur pemberian tekstur dan sandblasting.
Meningkatkan tekstur tampilan komponen plastik, sehingga memungkinkan produk untuk menampilkan desain yang beragam atau desain baru.
【Prinsip Teksturisasi】
Larutan kimia (seperti asam sulfat, asam nitrat, dll.) digunakan untuk bereaksi dengan baja cetakan, dan proses reaksi dikendalikan untuk mencapai berbagai efek tekstur.
【Alur Proses Teksturisasi】
Persiapan Cetakan → Pemaparan Film → Laminasi Film → Pemaparan → Pengukiran → Pembersihan → Pasca-perawatan
【Jenis Tekstur】
Pola pasir
Pola satin
Pola kulit
Pola batu
Pola geometris
Pola TANGAN
Pola HN3D, dll.
【Prosedur Pemberian Tekstur】
Pembersihan: Bersihkan permukaan rongga cetakan secara menyeluruh untuk menghilangkan minyak permukaan.
Penutupan permukaan: Tutupi permukaan rongga yang tidak memerlukan tekstur dengan pita perekat atau aplikasikan cat anti korosi untuk mencegah pengikisan. Ini adalah prosedur yang paling memakan waktu. Ada tiga bahan penutup permukaan yang umum digunakan:
Pita perekat tebal: Digunakan untuk menutupi sebagian besar permukaan rongga.
Pita perekat tipis: Digunakan untuk menutupi area detail, seperti tepi lengkung.
Cat anti korosi: Digunakan untuk area yang tidak dapat ditutupi dengan pita perekat, seperti permukaan melengkung yang kompleks.
Pengeringan: Keringkan cat anti korosi.
Perawatan Permukaan: Usap permukaan rongga yang akan diberi tekstur dengan hati-hati menggunakan kapas penyerap untuk memastikan tidak ada kotoran atau debu yang tersisa, sehingga menjamin efek tekstur yang diinginkan.
Pemberian tekstur: Semprotkan cat pada permukaan rongga yang akan diberi tekstur, lalu celupkan ke dalam larutan etsa. Selama proses etsa, amatikondisi teksturdan ulangi proses perendaman hingga efek tekstur yang diinginkan tercapai.
Penyemprotan pasir: Penyemprotan pasir memiliki dua tujuan. Pertama, menghilangkan sisa larutan pada permukaan rongga (sebelumnya, bilas dengan air amonia dan tekanan udara). Kedua, menyesuaikan kilap tekstur—tingkat kilap yang berbeda dapat dicapai dengan menggunakan partikel pasir dan tekanan yang berbeda.
Prosedur Selanjutnya: Bersihkan permukaan rongga secara menyeluruh, oleskan zat anti karat, lalu kirim kembali bagian-bagian cetakan ke...produsen cetakan.
【Persyaratan Cetakan Sebelum Pemberian Tekstur】
Pengerjaan pada cetakan sebelum proses etsa memainkan peran penting dalam efek tekstur, jadi tidak ada detail yang boleh diabaikan:
Persyaratan Sudut Kemiringan (untuk ketinggian di bawah 500mm): Setidaknya 1 derajat diperlukan untuk setiap 13μm (kecuali untuk tekstur khusus).
Persyaratan Pemolesan:
Untuk kedalaman tekstur sekitar 5μm: Gunakan amplas dengan ukuran butiran 1200 atau lebih tinggi.
Untuk kedalaman tekstur sekitar 10μm: Gunakan amplas grit 1000.
Untuk kedalaman tekstur sekitar 25μm: Gunakan amplas grit 800.
Untuk kedalaman tekstur lebih dari 50μm: Gunakan amplas grit 600.
Perlakuan Garis Pemisah: Disarankan untuk menyisakan margin minimal 0,2 hingga 1 mm. Jika pelapisan listrik diperlukan setelah pemberian tekstur, disarankan untuk meningkatkan kedalaman tekstur sebesar 10 μm.
Persyaratan Permukaan Cetakan Sebelum Pemberian Tekstur: Tidak boleh ada bekas pengerjaan mesin, bekas pengelasan, bekas pemolesan, atau bekas EDM (electrical discharge machining); permukaan cetakan harus memiliki kehalusan dan kemampuan etsa yang sesuai.
【Masalah Umum Setelah Pemberian Tekstur】
Setelah proses teksturisasi, permukaan rongga menjadi kasar, dan masalah yang paling umum adalah lengketnya cetakan (tertarik) dan lengketnya cetakan ke bagian depan. Di beberapa area, karena sudut kemiringan awal yang kecil, sudut kemiringan menjadi lebih kecil (atau bahkan negatif) setelah teksturisasi, yang menyebabkan cetakan tertarik. Selama pengeluaran, pelepasan cetakan yang buruk sering menyebabkan "pemutihan akibat pengeluaran" (pemutihan akibat tekanan pada titik pengeluaran), yang secara signifikan memengaruhi penampilan produk.
Untuk mengatasi masalah penarikan cetakan:
Haluskan permukaan bertekstur untuk mengurangi kedalaman tekstur dan menghilangkan sudut tajam yang disebabkan olehtekstur, memastikan proses pelepasan cetakan berjalan lancar.
Dalam produksi sebenarnya, karena sulit untuk menyelesaikan masalah pelepasan cetakan dengan menyesuaikan parameter mesin, bahan pelepas cetakan biasanya diaplikasikan pada permukaan bertekstur selama produksi.
Dari perspektif desain cetakan, masalah ini dapat diperbaiki dengan meningkatkan sudut kemiringan permukaan penarik cetakan dan menambahkan lebih banyak pin ejektor.








